Laptop Lemot: Dipertahankan atau Disingkirkan?
Laptop yang lemot? Artinya kinerja laptop lambat dalam memproses dan membaca program yang sedang kita jalankan. Laptop lemot memang sangat menjengkelkan, terlebih lagi saat kita benar-benar membutuhkannya. “Penyakit” lemot ini tidak memandang berapa umur laptop kita. Saya sendiri baru beli laptop satu tahun yang lalu dan mengalami hal tersebut ketika Evaluasi Tengah Semester (ETS) di mata kuliah yang paling saya benci. Terbayang bukan bagaimana rasanya menjalani ETS yang sulit ditambah laptop lemot? Apalagi jika mengalami freeze (macet) dalam waktu yang cukup lama. Namun setelah ETS, saya bisa mengatasi itu dan sampai saat ini laptop saya lancar-lancar saja.
Berangkat dari pengalaman itu, saya ingin berbagi beberapa tips atau saran kepada Datazen untuk mengatasi hal tersebut. Apa saja? Yuk simak baik-baik!
1. Beli Laptop Baru
Saran pertama ini berlaku untuk kalian yang mempunyai budget tinggi. Sebelum membeli, tanyakan kepada orang-orang yang paham tentang spesifikasi agar sesuai kebutuhan. Sampaikan aktivitas atau software apa saja yang akan dipasang dan dijalankan di “calon” laptop baru kalian. Sebenarnya keputusan akhir untuk membeli laptop dengan spesifikasi melebihi atau sesuai dengan kebutuhan adalah di tangan kalian. Namun menurut saya, untuk apa membeli laptop spesifikasi tinggi harganya mahal, namun hanya digunakan untuk Microsoft Office, browsing, dan streaming? Lebih baik uangnya dialokasikan ke kebutuhan selainnya bukan?
2. Rajin Bersihkan Cache (Sampah)
Cache adalah sekumpulan data sementara yang dapat diakses kembali, sehingga ketika kita ingin membuka atau menjalankan aplikasi untuk yang kedua kali dan seterusnya maka kita tidak perlu lagi menunggu aplikasi tersebut untuk memulai dari awal. Contohnya mengakses facebook pada web. Pertama kali kita akses, kita akan mengetikkan alamat web facebook dan melakukan login. Keesokan harinya, kita hendak mengakses facebook lagi. Kita tidak perlu mengetikkan alamat web dan login lagi karena data alamat web dan akun kita sudah tersimpan. Itulah yang dinamakan cache. Semakin kita sering membuka menjalankan aplikasi, semakin menumpuk pula cache nya dan semakin membutuhkan banyak ruang memori. Oleh karena itu, bersihkan cache, baik manual maupun dengan bantuan aplikasi pembersih secara rutin (untuk frekuensi tinggi, saran saya minimal setiap minggu).
3. Menambah RAM
RAM (Random Access Memory) adalah hardware di dalam komputer atau laptop untuk menyimpan data sementara, termasuk cache. Menurut orang-orang yang pernah saya tanya terkait fungsi dan definisi RAM, intinya RAM ini membuat laptop kita mampu bekerja secara multi tasking (melakukan tugas yang banyak dalam satu waktu). Cara ini yang saya lakukan dan sangat worked. Saya, sebagai mahasiswa statistika, yang awalnya memiliki RAM 4GB, menambah RAM 4GB lagi (total 8GB), sudah sangat cukup untuk menjalankan Microsoft Office, R, SPSS, browser, dan Minitab dalam waktu bersamaan. Harga RAM 4GB berkisar antara 400–700 ribu (melihat tipe RAM nya).
4. Menambah SSD
Solid State Drive (SSD) adalah tempat penyimpanan utama dalam computer/ laptop. Fungsinya sama dengan Hard Disk (HDD). Laptop yang saya beli menggunakan HDD. Tanpa bermaksud merendahkan HDD, berdasarkan pengalaman saya beserta informasi dari beberapa orang yang saya tanya, HDD sering mengalami kendala macet. Pembacaan data juga terbilang lambat bila dibandingkan SSD. Jadi, saya sarankan untuk menambah SSD. Saya dengan menambah SSD 256GB namun tanpa melepas HDD (jadi laptop saya ada HDD dan SSD), maka pembacaan data lebih cepat. Sekedar informasi saja, saya merogoh kantong sekitar 1,4juta rupiah untuk menambah RAM 4GB dan SSD 256GB. Namun, harga tersebut berbanding lurus dengan manfaat yang saya rasakan.
Kesimpulannya,
1. Jika memiliki budget banyak dan laptop sudah tua, maka beli laptop dengan spesifikasi sesuai kebutuhan.
2. Jika memiliki budget terbatas tapi cukup banyak, tambah RAM dan SSD sekaligus (saran untuk mahasiswa statistika adalah menambah RAM 4GB dan SSD 256GB).
3. Jika memiliki budget yang sangat terbatas namun bimbang memilih mana yang didahulukan antara tambah RAM dan SSD, maka pikirkan. Jika laptop ingin mampu multi tasking, tambah RAM. Jika laptop ingin mampu membuka dan menjalankan software atau program dengan cepat, maka tambah SSD
4. Bersihkan cache secara rutin. (red/rizkyfp)